a. Manusia : Pandangan Antropologi
Menurut Koentjaraningrat, antropologi adalah “ilmu tentang manusia”. DAlam perkembangannya di Amerika, antropologi dipakai dalam arti yang sangat luas, karena meliputi baik bagian-bagian fisik maupun sosial dari “ilmu tentang manusia”. Pada bahasan selanjutnya akan dikemukakan mengenai manusia dalam pandangan antropologi.
Para ahli biologi pada abad ke-19 an menyimpulkan bahwa manusia merupakan mahluk hidup yang terbentuk dari jutaan sel.
Pada awalnya di dunia ini hanya ada satu sel yang kemudian berkembang dan mengalami percabangan-percabangan. Percabangan ini mengakibatkan adanya variasi mahluk hidup di dunia ini. Menurut Charles Darwin dalam teori Evolusinya, manusia merupakan hasil evolusi dari kera yang mengalami perubahan secara bertahap dalam waktu yang sangat lama. Dalam perjalanan waktu yang sangat lama tersebut terjadi seleksi alam. SEmua mahluk hidup yang ada saat ini merupakan organisme-organisme yang berhasil lolos dari seleksi alam dan berhasil mempertahankan dirinya.
Para ahli biologi yang menyimpulkan bahwa semua mahluk hidup di dunia berasal dari suku primat yang terbagi menjadi 2 cabang yaitu Anthropoid dan Prosimii. Berdasarkan klasifikasi tersebut, manusia ditempatkan pada subsuku Anthropoid yang dibagi menjadi 3 infrasuku yaitu, Infrasuku Ceboid, infrasuku Cercopithedoid dan infrasuku Hominoid. Infrasuku Hominoid terbagi kedalam 3 keluarga yaitu Pongidae, Ramapithecas dan Hominidae. Manusia berada pada percabangan kaluarga Hominidae. Keluarga Hominidae menggabungkan manusia purba jenis Pithecanthropus dengan Homo Neanderthal dan dengan manusia sekarang atau Homo Sapiens. Jenis Homo Sapiens yang ada sampai saat ini terdiri dari 4 ras yaitu ras Negroid, Caucasoid, Mongoloid dan Austrloid.
Dapat disimpulkn bahwa manusia dalam pandangan Antropologi terbentuk dari satu sel sederhana yang mengalami perubahan secara bertahap dengan waktu yang sangat lama (evolusi). Berdasarkan teori ini, manusia dan semua mahluk hidup di dunia ini berasal dari satu moyang yang sama. Nenek moyang manusia adalah kera. Teori Evolusi yang dikenalkan oleh Charles Darwin ini akhirnya meluas dan terus dipakai dalam antropologi.
b. Manusia : Dalam Pandangan Agama Islam
Dalam Agama Islam, segala sesuatunya telah diatur dengan baik dan digambarkan dalam kitab suci Al-Quran. Tidak luput olehNya, bagaimana proses pembentukkan manusia yang juga digambarkan sejelas-jelasnya.
Manusia diciptakan dari sari pati yang berasal dari tanah. Sebelum menjadi manusia yang terlahir di muka bumi, sari pati tersebut (air mani) ditempatkan oleh Allah swt di dalam rahim seorang ibu. Air mani yang telah ditempatkan di dalam rahim kemudian dijadikan segumpal darah. Segumpal darah, kemudian berubah lagi menjadi daging yang berubah menjadi tulang-belulang. Pada usia kandungan 4 bulan, ia diberi nyawa (ruh) oleh Allah swt. Akhirnya terbentuklah tulang-belulang yang dibalut oleh daging. Setelah mencapai kematangan bentuk dalam kurun waktu kurang lebh 9 bulan 10 hari, akan lahir seorang manusia hasil perpaduan orangtuanya. Selama berada dalam rahim sang ibu, ia menyerap makanan yang dimakan oleh sang ibu. Hingga lahir ke dunia pun ia masih bergantung pada ASI, untuk pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal.
Islam, memandang manusia sebagi mahluk ciptaan Allah swt yang paling sempurna. Dia adalah mahluk pilihan yang paling mulia kedudukannya dari pada mahluk-mahluk lain ciptaan Allah swt. Begitu banyak keistimewaan yang dikaruniakan dalam diri manusia, mulai dari wujudnya yang paling indah dibanding dengan mahluk Allah swt yang lain, sampai pada komponen penyusun dalam diri manusia yang tidak yang menyamainya.
Munusia dikaruniakan oleh Allah akal untuk berfikir. Dengan akal, manusia mampu membedakan antara yang haq (benar) dengan yang bathil (salah). Dengan akal pula, manusia mampu merenungkan dan mengamalkan sesuatu yang benar tersebut. Dengan karunia akal, manusia diharapkan dapat memilah dan memilih nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan.
Disamping memiliki akal, manusia selalu terlahir dengan 3 naluri yang pasti ada dalam dirinya, yaitu :
- Naluri untuk mensucikan sesuatu : naluri untuk beragama dan menyebah sesuatu yang lebih dari pada dirinya.
- Naluri untuk mempertahankan eksistensi diri : manunia punya kecenderungan marah, sedih, senang dll.
- Naluri untuk melestarikan dirinya : naluri kasih sayang.
Adapun penciptaan manusia itu bukan tanpa tujuan, manusia diciptakan Allah swt hanya untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya.
Opini : Allah swt menciptakan manusia di dunia ini dengan sempurna dan segala potensi yang sangat luar biasa. Pertama, potensi untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, seperti makan, minum dll. Kedua, potensi naluri untuk beribadah kepada sang Khalik, mempertahankan diri dan melestarikan keturunan. Ketiga, potensi akal. Dengan akal manusia dapat berfikir ketika hendak berbuat. Dengan akal pula manusia akan mampu memecahkan uqdatul qubro (3 pertanyaan mendasar dalam hidup), yaitu dari mana manusia berasal, untuk apa manusia diciptakan di dunia dan akan kemana manusia setelah mati. Melalui proses berfikir yang cemerlang manusia akan mampu menjawab manusia berasal dari Allah yang menciptaannya, manusia hidup untuk beribadah kepada Allah dan akan kembali kepada Allah. Namun, manusia juga sangat berpotensi untuk melakukan kesalahan dan kerusakan ketika ia tidak mempergunakan akalnya sesuai dengan perintah Allah swt. Wallahu’alam…
